Sejarah Artric UNESA

ARTRIC merupakan lembaga pemeringkatan seni dan budaya bagi perguruan tinggi. Seni Budaya, merupakan suatu sistem koheren yang dapat digunakan untuk berkomunikasi secara efektif melalui satu karya seni meliputi: seni rupa, seni desain, dan seni pertunjukan. Seni rupa adalah salah satu cabang seni yang menggunakan media bidang, garis, warna, tekstur, volume, terang dan gelap. Cabang-cabang seni rupa meliputi: seni lukis, seni grafis, patung, seni kerajinan (patung, tenun, dan pembatas), seni keramik, seni arsitektur, seni dekorasi, seni grafis, dan seni ilustrasi.

Seni desain, merupakan cabang seni yang berkaitan dengan pembuatan konsep, analisis data, perencanaan proyek, menggambar atau rendering, pembuatan prototipe, dan pengujian bingkai, yang mempertimbangkan bentuk, komposisi, makna, nilai, dan berbagai kegunaan benda buatan. Cabang seni desain meliputi : (1) Desain Grafis (Desain Komunikasi Visual): Desain Grafis Periklanan, Animasi, Komik, Karikatur, Poster, Fotografi, Tipografi, dan Ilustrasi, serta (2) Desain Interior, Desain Arsitektur, Desain Kerajinan, Desain Furnitur , desain tata rias, fesyen dan perhiasan, serta desain digital.

Seni pertunjukan, suatu cabang seni yang diperantarai oleh tubuh manusia yang dipertunjukkan kepada penonton dan peristiwa pertunjukannya ditandai dengan jangka waktu yang dibatasi secara ketat dari awal sampai akhir, rencana program kegiatan, kelompok penyaji dan penonton, tempat pertunjukan, dan acara pertunjukan.

Tidak mudah untuk menilai sebuah karya seni secara kuantitatif dan obyektif karena harus mempertimbangkan aspek kualitatif dalam menilai kualitas sebuah karya seni. Oleh karena itu, Artric UNESA tidak dimaksudkan untuk menilai kualitas suatu karya seni. Sebaliknya, fokusnya adalah pada upaya yang dilakukan universitas dalam meningkatkan kesadaran akan keberagaman seni melalui karya seni. UNESA Artric beroperasi atas dasar pandangan bahwa perguruan tinggi yang memberikan ruang bagi seni sebagai bagian integral dari manajemennya juga turut andil dalam mengembangkan peradaban manusia.